Ayo “Dolan” Naik KRL Solo – Yogyakarta

 


 


 

Ayo plesiran yang deket-deket dulu saja (masih pandemi). Iseng-iseng mau coba naik KRL Solo – Yogyakarta. Dulu biasa naik kereta Prameks kalau ke Jogja sekarang naik KRL lebih praktis dalam pemesanan tiket.  

KRL Solo – Yogyakarta adalah salah satu kereta buatan PT INKA (Persero) yang terdiri dari 4 gerbong kereta dalam satu rangkaiannya. Didalamnya terdapat kursi metal yang diberi bantalan menyamping dengan pembatasan jarak sesuai protokol kesehatan. Sama seperti kereta Prameks juga terdapat pegangan tangan untuk para penumpang berdiri. Tak lupa tersedia kursi prioritas bagi penumpang yang membutuhkan. Waktu tempuh KRL lebih cepat yaitu 68 menit.




Kereta rel listrik Solo-Yogyakarta (KRL Solo-Jogja) resmi beroperasi 10 Februari 2021. Tahap uji coba secara gratis dimulai 1-7 Februari 2021, uji coba publik ini terbatas dan dilakukan dengan mendaftar via aplikasi KRL Access. Pada tanggal 1 Maret KRL telah diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X, Direktur PT KAI Didiek Hartantyo, dll.

Rute KRL Solo-Jogja: Stasiun Solo Balapan – Stasiun Purwosari – Stasiun Gawok – Stasiun Delanggu – Stasiun Ceper – Stasiun Klaten – Stasiun Srowot – Stasiun Brambanan – Stasiun Maguwo – Stasiun Lempuyangan – Stasiun Yogyakarta.




Metode pembayaran perjalanan KRL Solo-Yogyakarta menggunakan kartu tiket. Sistem tiketnya sama seperti KRL di Jakarta melalui gate tap in dan tap out. Ini dapat diperoleh menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dari KAI Commuter maupun kartu uang elektronik dari berbagai bank seperti E-Money Mandiri; Flazz BCA; BRIZZI dan BNI Tap Cash. KMT dijual di seluruh stasiun KRL dengan harga 30rb sudah termasuk saldo 10rb. Adapun tarif satu kali perjalanan KRL sebesar 8rb. Namun, kartu hanya bisa digunakan untuk satu orang (satu kartu akses hanya berlaku untuk satu orang saja per hari).

KMT adalah uang elektronik yang diterbitkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bertransaksi seperti:

·         KMT memudahkan transaksi dalam perjalanan KRL, pembayaran parkir di stasiun dan merchant-merchant yang bekerjasama dengan PT Kereta Commuter Indonesia.

·         KMT dapat diisi ulang (top up) di Loket Stasiun, Vending Machine dan Channel top up lainnya yang bekerjasama dengan PT Kereta Commuter Indonesia.

·         KMT tidak memiliki masa kadaluarsa, ini berbeda dengan THB (Tiket Harian Berjaminan) Jabodetabek yang mempunyai batas masa kadaluarsa.

·         Kartu Multi Trip dapat dipindah tangankan.

 





Komentar