Vaksin
menjadi hal yang diprioritaskan pengembangannya saat terjadi wabah terutama
yang disebabkan oleh virus baru seperti corona. Pemerintah terus berupaya untuk
menanggulangi wabah virus covid-19 yaitu dengan vaksin. Sejak 16 Desember 2020
lalu, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa pemerintah akan
menggratiskan semua vaksin Covid-19. Keputusan tersebut diambil setelah
mendengarkan pendapat masyarakat dan menghitung ulang keuangan negara.
Harapannya, tiap warga dapat menerima vaksin Covid-19 dan menghentikan pandemi
yang melanda hampir setahun ini.
Pemerintah
Indonesia menggunakan vaksin Sinovac dengan pertimbangan hasil uji efikasi dari
BPOM sebesar 65,3 persen. Diharapkan, vaksinasi ini dapat mengurangi transmisi
atau penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19,
mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity), serta melindungi
masyarakat dari covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.
Dipercaya, kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi
tinggi dan merata di seluruh wilayah.
Vaksin
Sinovac yang bernama CoronaVac adalah vaksin virus corona yang dikembangkan
oleh perusahaan swasta China, Sinovac. Vaksin tersebut adalah salah satu dari
tujuh jenis vaksin covid-19 yang akan digunakan di Indonesia.
Selain
vaksin Sinovac, ada lima vaksin lainnya yang ditetapkan sesuai keputusan
Menteri Kesehatan (KMK) nomor 9860 Tahun 2020. Kelimanya adalah vaksin Covid-19
yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), Vaksin AstraZeneca, Vaksin dari
National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Vaksin Moderna dan
Vaksin Pfizer Inc. and BioNTech.
Semua
vaksin masih dalam tahap pelaksanaan uji klinik tahap ketiga atau yang telah
menyelesaikan uji klinis tahap ketiga. Hingga, saat ini BPOM baru merilis izin
untuk penggunaan vaksin Sinovac, sementara lima vaksin lainnya masih masih
harus menunggu proses uji klinis.
Nah,
beberapa waktu yang lalu vaksin perdana sudah dilakukan terhadap presiden dan
beberapa orang yang terpilih menerima vaksin perdana. Pemberian vaksin ini
sebagai salah satu solusi pemerintah untuk mengatasi wabah pandemi Covid-19.
Pemberian vaksin juga harus melalui beberapa tahap terlebih dahulu sebelum di
berikan kepada masyarakat.
Saat ini vaksin
Covid-19 produksi Sinovac diprioritaskan untuk tenaga kesehatan serta petugas
publik terlebih dahulu. Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tidak dapat diberikan
kepada orang-orang yang memiliki kriteria kesehatan atau riwayat medis tertentu
seperti pada ibu hamil, menyusui, memiliki riwayat penyakit jantung,
terkonfirmasi menderita Covid-19, mengalami gejala ISPA (batuk, pilek, sesak
napas dalam 7 hari terakhir), ada anggota keluarga serumah yang kontak erat
atau suspek atau sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19 sebelumnya,
memiliki riwayat alergi berat, mempunyai penyakit kelainan darah, menderita
penyakit autoimun sistemik, menderita penyakit gagal ginjal dll.
Sistem kekebalan
(imun) setiap manusia juga berbeda, setelah di suntik vaksin akan dilihat dan
ditunggu reaksi selama 30 menit lalu di observasi kembali selama 24 jam. Vaksin
Covid-19 yang ada saat ini dilakukan dua dosis. Jarak dosis vaksin covid-19
pertama dengan kedua cukup lama yaitu 14 hari. Pemberian vaksin secara bertahap
diutamakan untuk tenaga kesehatan, orang yang bertugas di bidang pelayanan
publik, pejabat pemerintahan, tenaga pendidik, masyarakat umum. Banyak pro
kontra tentang vaksin ini, mulai dari efek yang timbul lalu proses
pendistribusiannya dll. Pemberian vaksin juga tidak boleh dipaksakan apalagi
hingga diberikan denda karena ini kembali lagi kepada hak masing-masing orang.
Pemerintah
mengharapkan dengan vaksin ini bisa menjadi salah satu cara mencegah penularan
Covid-19. Di lapangan kasus covid-19 di Indonesia masih terus ada. Meski banyak
pasien yang sembuh, tapi sejauh ini belum ada obat khusus untuk mengobati orang
yang terinfeksi virus corona. Namun, salah satu metode pengobatan yang efektif
bagi pasien covid dengan gejala sesak dan harus dirawat yaitu dengan terapi
dari donor darah plasma konvalesen. Plasma Konvalesen adalah plasma darah yang
diambil dari pasien positif covid-19 yang
telah sembuh dan kemudian di proses agar dapat diberikan kepada pasien yang
sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi. Pendonor juga harus melalui
tahap pemeriksaan dengan beberapa syarat seperti pernah terkonfirmasi positif
dan sembuh, berat badan minimal 55kg, donor diutamakan laki-laki bagi pendonor perempuan
belum pernah hamil, memiliki kadar antibodi yang cukup, usia 17-50 tahun.
Kebutuhan
darah plasma konvalesen sangat tinggi karena tidak sembarang orang bisa
mendonorkan darahnya. Saya mendapat informasi mencari donor darah plasma
konvalesen ini juga harus disesusaikan,
cocok atau tidaknya dengan jenis darah pasien. Terapi donor darah ini bisa mengurangi
sesak nafas pada pasien.
gambar by teknotempo.co

Komentar
Posting Komentar