Pernah melihat
seseorang mengenakan kostum badut jenaka di jalanan. Pekerjaan menjadi badut
jalanan merupakan satu di antara banyak pekerjaan kaum marjinal yang banyak
ditemukan di sudut lampu lalu lintas. Mereka mencari rupiah demi rupiah untuk
kebutuhan sehari-sehari.
Saya sempat
ngobrol dengan salah seorang pemain badut jalanan. Fauzi (32), orang yang
berada dibalik kostum aneka karakter cosplay “Transformer”. Jika, pernah nonton
acara musik inbox SCTV beberapa tahun lalu, ada cosplayer (sebutan orang yang
memakai kostum animasi) Transformer di acara tersebut. Ternyata mas Fauzi ini
salah satu orang yang pernah tampil disana.
Fauzi
menceritakan bahwa ia sudah menjadi badut jalanan selama 7 tahun. Awalnya dulu,
dia mencari uang dengan memakai kostum boneka badut di kota Bandung. Ia memakai
kostum badut dan menari-nari di perempatan lampu merah. Pekerjaan dengan
penghasilan yang tak seberapa tetap ia lakukan. Ia bersama teman-temanya
menjadi badut jalanan berkeliling kota Bandung.
Ketika itu,
banyak yang mulai ikut memakai boneka badut jalanan. Ia dan teman-temanya
memutuskan untuk membuat kostum baru yaitu
kostum robot Transformer. Tahun 2014, ia berpindah tempat dari Bandung ke
Semarang. Ia mulai beraksi di Simpang Lima Semarang setiap pagi dan sore hari.
Selain itu,
komunitas mereka juga biasa beraksi di Mall, “biasanya saat momen liburan
sekolah, sekalian untuk hiburan para pengunjung Mall,” katanya. Pria asal
Salatiga tersebut mengaku membuat sendiri kostumnya. Ia membuatnya dari bahan
spon, styrofoam, karton dan kayu. Ia kreasikan sendiri menjadi sebuah robot
transformer. Berat robot miliknya bisa mencapai 15 kg. Ia juga menjelaskan
kostumnya lebih ringan dibandingkan awalnya dulu yang memakai bahan
besi dan kayu bekas.
Fauzi memakai
kostumnya selama beberapa jam tergantung situasi dan kondisi dilapangan. “Memakai
kostum seperti ini terkadang terasa sesak dan pengap tapi ini sudah menjadi
pekerjaan saya bertahun-tahun dan saya senang melakukannya,” ujarnya.
Fauzi mempunyai
dua orang anak yang tinggal di Salatiga, hampir tiap hari Fauzi bolak-balik
Solo-Salatiga. Kostumnya selalu ia bawa menggunakan motor dan ia juga selalu
berpindah-pindah tempat, tergantung di mana ada panggilan. Ia pernah tampil di
Festival Malang, Surabaya dan Jogja. Bila sedang sepi, ia main di area car free
day, acara festival, Mall, dll.
Saya sempat
bertanya apa ada pekerjaan lain selain menjadi boneka badut jalanan. Ia
mengatakan hanya ini pekerjaannya, terkadang Fauzi membuat mainan transformer
mini atau kostum boneka badut dan transformer lalu ia jual.

Komentar
Posting Komentar