Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan orang yang berkecimpung di dunia seni “katanya”. Saya jadi ingat dulu pernah meliput beberapa kegiatan kesenian di Kota Solo. Event Internasional Gamelan Festival, Hari Wayang Dunia, Hari Tari Dunia, Hari Teater Dunia, Festival Dalang, Festival Bocah Dolanan, Perayaan Ulang Tahun Gedung Wayang Orang, SIPA (Seni International Performing Arts), IMF (International Mask Festival), Ketoptrak Balekambang dan masih banyak yang lainnya (agak lupa hahaha). Bekerja di media hiburan ini mengharuskan saya banyak belajar dan mengenal lebih dalam tentang budaya lokal. Bertemu dan mewawancarai para seniman ini membuat saya mengerti lingkup dunia yang berbeda. Karakter dan pemikiran para seniman untuk mengekspresikan diri kuwi unik (opo aku sing ora paham-paham dan ora tau bergaul karo lingkup koyo ngono). Dulu, sering meliput di Institut Seni Indonesia (ISI Surakarta), Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo (poko’e ublek2 nang kono).
Saya setiap kali liputan kesitu (mikir iki aku arep bahas tentang opo), whatsapp sama mas fotografer+redaktur katanya “yo nonton suasanane wae piye karo wawancara panitia”. Untung mas’e agak sabar yen ora aku wis diuncali palu karo watu. Saya selalu tertarik untuk meliput kegiatan kesenian dan budaya Indonesia, sekalian nonton hiburan. Dibawah ini secuil artikel yang sudah saya buat ketika meliput event kesenian di Solo (Sudah di edit oleh redaktur, yen asline masih amburadul haha).
Gondrong Gunarto Turun Langsung Dalam International Gamelan Festival 2018
Alunan musik gamelan mulai bersahutan seiring seirama ketika sang maestro gamelan Gondrong Gunarto mulai mengarahkan. Terlihat riuh semangat para peserta berlatih untuk acara Soft Opening International Gamelan Festival 2018, di Pendhapi Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Rabu (1/8/2018).
Gondrong Gunarto adalah seorang seniman musik gamelan dengan gaya musiknya yang unik (sakral). ia mempunyai grup yaitu Ghost Gamelan. Selain, Gondrong Gunarto, juga turut tampil komposer gamelan Solo Peni Candra Rini di International Gamelan Festival 2018.
Mengenal Peter Smith alias “Parto” warga Inggris yang menggeluti kesenian gamelan
Bagaimana jika kesenian gamelan dimainkan oleh warga asing. Ada beberapa komunitas di Inggris London dengan nama Siwa Sukra yang mendalami kesenian gamelan Jawa. Komunitas ini dibentuk oleh Peter Smith. Peter Smith merupakan guru gamelan di Oxford Inggris yang memiliki nama Jawa Parto. Peter sudah mulai belajar gamelan 30 tahun yang lalu. Peter belajar dengan prof Neil Sorrell di Universitas of York Heslington. Saat itu Peter melihat instrumen musik gamelan yang dibawa prof Neil, dia seketika mulai tertarik.
Peter Smith mulai menggeluti seni gamelan selama 3 tahun 1992-1995. Peter memperdalam lagi instrumen musik Jawa ini di Solo melalui beasiswa Darmasiswa yang disediakan pemerintah Indonesia. Dia mengaku selalu kangen dengan keramahan warga Solo dan kulinernya. Peter mengungkapkan pertama kali jatuh cinta dengan kesenian gamelan karena seni dan suaranya yang khas. Peter lebih menyukai instrumen musik gamelan gendar dan gambang. Dia mengatakan alat musik ini lebih mudah dipahami dan dimainkan daripada instrumen musik yang lain.
Peter beserta rombongan berkeliling ke berbagai negara untuk mengajarkan kesenian gamelan. Terdapat juga sinden bule cantik asal Inggris bernama Cathy Eastburn yang baru saja pulang dari Budhapest Hungaria. Sinden yang mengenalkan gamelan untuk terapis psikologi para narapidana. Peter mengatakan ada beberapa negara yang belum mengenal budaya gamelan Jawa yaitu Rusia, Italia, Spanyol. Sementara, di Inggris kesenian gamelan sudah banyak dikenal bahkan lebih dari 100 penampil gamelan.
Tahun lalu, dalam wawancara dengan media Peter menjelaskan sejak awal dia dan komunitasnya mempunyai tujuan mengenalkan dan mengajak warga mancanegara tentang seni gamelan dan kebudayaan Indonesia. Peter dan komunitas siswa sukra akan turut serta dalam perhelatan Internasional Gamelan Festival di Kota Solo. Soft Opening Concert dengan tema “Homecoming” digelar Kamis, (9/8/2018) di Benteng Vastenburg menampilkan berbagai macam penampil gamelan. Rahayu Supanggah (Solo), I Wayan Gde Yudane (Bali), Taufik Adam (Jakarta), Southbank Gamelan Players (Inggris), Djaduk Ferianto, Kuaetnika (Yogyakarta).


Komentar
Posting Komentar