“Minarets Cafe” Tempat Ngopi Unik Dengan Mesin Kopi Klasik

                                                                     Minarets Cafe


Wis suwe ra liputan sejak dirumahkan per Juli 2020, yo wis review mbiyen jaman liputan wae. Di liputan kali ini membahas tentang kopi. Saya sebenarnya bukan pecinta kopi hanya sesekali saja minum kopi. Saya pernah meliput beberapa kedai kopi dengan keunikannya masing-masing, untuk tulisan ini, Saya akan membahas tentang salah satu kedai kopi unik klasik di daerah Polokarto Sukoharjo.

Siang itu, saya datang bersama mas redaktur/fotografer/admin medsos (mbuh kantorku sistem’e piye dadine rangkap akeh). Sebenarnya yang janjian masnya dengan sang owner, baru kali ini wartawan liputan tapi sing janjian malah redaktur’e dewe. Biasanya wartawannya sendiri yang disuruh uber-uber narasumber dan liputan trus setor artikel. Hahaha... yo wis, apikan iki mas’e redaktur’e. Saya datang kesana ngikuti masnya dari belakang (koyo arep pawai ngono kae) tapi mung wong loro.

Sampai di TKP, kedai kopinya masih agak sepi karena masih siang mungkin, tempatnya unik dan klasik ala kastil abad 18. Bangunannya tiga lantai, area depan ada menaranya untuk spot foto dan melihat sunset. Area belakang terdapat bangunan joglo, cocok ini buat acara, prewedding dll.

Ketika masuk ruangan terdapat ornamen jadul seperti seperti mesin jahit kuno, mesin ketik kuno, mesin pabrik kuno, batu akik asli. Desain meja kursinya juga unik, karena perpaduan kayu dengan besi.

Saya sempat berbincang dengan sang owner yang bernama Irsyad Hanafi (ramah sekali orangnya). Bang Irsyad menjelaskan konsep kedai kopinya, Minarets Cafe sendiri diambil dari bahasa asing minaret yang berarti menara. Sang owner yang merupakan seorang arsitektur sangat menyukai menara atau kastil makanya nama kedai kopi diberi nama Minaret. Semua barang kuno yang terpajang di kedai kopi miliknya, ia dapatkan secara tidak sengaja ketika sedang melakukan sebuah perjalanan ke luar kota. Sense saya akan barang kuno peninggalan kolonial ini langsung muncul begitu saja dan sesuai dengan konsep coffe shop saya”, ujarnya. Irsyad mulai membangun bisnisnya sejak 2 tahun silam tapi untuk grand openingnya sendiri baru 6 bulan.

Bagi penyuka barang antik tempat ini cocok buat ngumpul sambil ngopi. Selain itu, yang membuat saya tertarik adalah mesik kopi klasiknya. Biasanya saya melihat mesin espresso modern tapi ini menggunakan mesin kopi peninggalan kolonial yaitu Erzade Espresso Machine, Machine dan Our Very Old Coffe Grinding Machine. Proses pengolahan kopi juga dilakukan secara manual dengan mesin kopi klasik ini alias tanpa listrik. 

Minarets Cafe terkenal dengan Pure Coffe. Proses peracikan kopi dengan teknik Filter, Espresso dan Turkish. Selain itu, beberapa biji kopi juga terpajang dan barista akan menunjukkan cara meracik kopi menggunakan mesin kopi klasik tersebut. Kedai Kopi "Minarets Cafe" menjual kopi Gayo. Kopi Gayo merupakan jenis kopi arabika yang menjadi salah satu komoiditi unggulan di Indonesia. Semua biji kopi dipilih sendiri oleh sang owner Irsyad Hanafi untuk menjaga kualitas. 

Minarets Cafe berlokasi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Dari pusat kota Solo sekitar 30 menit. Tempatnya masih asri daerah pedesaan dan nyaman buat yang suka ngopi sambil cari ketenangan. 

Baru kali ini saya liputan sambil belajar tentang dunia perkopian, bagaimana memilah biji kopi, teknik membuat kopi dengan mesin kopi klasik. 




                                                            Mesin Kopi Klasik 


Komentar