Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar ajang tahunan UNS Cultural Night (UCN) 2026, Rabu (30/9/2026) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Gelaran yang mengusung tema “Keberagaman, Kebersamaan, Kesetaraan” tersebut diselenggarakan oleh Subdirektorat Layanan Internasional UNS dan merupakan bentuk apresiasi kepada mahasiswa internasional yang sedang menempuh studi di UNS.
Malam itu, acara juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., beserta jajaran Wakil Rektor, perwakilan Majelis Wali Amanat (MWA), Dewan Profesor, serta para pimpinan fakultas di lingkungan UNS. Prof. Hartono dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNS Cultural Night merupakan salah satu upaya universitas untuk membangun lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan menghargai keberagaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat saling mengenal budaya, berbagi pengalaman, serta memperluas wawasan dalam suasana kebersamaan. “UNS adalah rumah bersama, tempat setiap orang merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang setara untuk bertumbuh,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan dari para mahasiswa internasional UNS yaitu dari Afganistan, Bangladesh, Algeria, Jepang, Kenya, Nigeria, Malaysia, Myanmar, Syria, Philippines, Tanzania, Thailand, Timor Leste, Turkmenistan, Ghana, India, Madagaskar, Maroko, Pakistan, Indonesia dll.
Penampilan pertama dibuka oleh para mahasiswa internasional dari program study Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing (BIPA) yang menampilkan pertunjukan musik gamelan (Indonesia, Timor Leste, Myanmar, Turkmenistan, Jepang dan Philippines). Dilanjutkan dengan penampilan dari Sichuan Tiongkok yang menampilkan tarian akulturasi Tiongkok dan Jawa. Mereka menampilkan tarian topeng tradisional Sichuan dengan wayang Jawa lalu diiringi dengan musik kecapi dan gamelan.
Penampilan selanjutnya dari Afganistan dengan pertunjukan musik tentang kedamaian dan kecintaan orang Afganistan terhadap tanah air Indonesia. Lalu, penampilan dari Myanmar dengan Dance a Song for Unity. Selain itu, ada juga fashion show baju adat masing-masing negara dan ditutup dengan food booth : taste of the world.
Sajian kuliner dari berbagai negara, salah satunya dari Nigeria dengan kuliner Jollof Rice. Ini merupakan salah satu kuliner khas Nigeria yang mirip sekali dengan nasi goreng. Nasi dan pasta dengan bumbu curry khas Nigeria. Masih ada dari Timur Leste dengan kuliner Koto (savory beef & red been soup) dan Hakmerik (spicy cassava leaf rice). Algeria dengan kuliner Rechta (steamed noodle) dan Chorba Vermicelle (chicken soup); Bangladesh dengan kuliner Beguni (eggplant fried in butter) dan Phucka (crispy shells with spicy filling); Kenya dengan kuliner Chapati & Beans (flaky flatbread with savory beans); Syria dengan kuliner Rice Mujadara dan Bulgur Mujadara (spiced wheat & lentils); Tanzania dengan kuliner Viazi Mseto (fried sweet potato) dan Swahili Tea; Philippines dengan kuliner Maja Blanca (creamy coconut & corn pudding); Turkmenistan dengan kuliner Pilaf (savory chicken rice).






Komentar
Posting Komentar